Mengenal Penyakit Sleep Apena Dan Penanganannya

Sleep Apnea, mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang penyakit ini. Ya, penyakit ini merupakan salah satu diantara gangguan pernapasan yang dialami oleh sebagian orang. Seseorang yang memiliki penyakit ini dapat berhenti bernafas sekitar 10 detik pada saat sedang tidur.

Dan itu berlangsung berkali – kali dalam sesi tidurnya. Meskipun hanya 10 detik berhenti bernafas, apabila itu terjadi ratusan kali maka tetap saja tubuh akan kekurangan oksigen.

Apa Saja Gejala Penyakit Sleep Apnea ?

Secara umum, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang khas, bahkan sering tidak disadari oleh pengidapnya. Justru orang yang pernah tidur satu kamar dengannya yang kerap menyadari keanehan – keanehan yang dialami oleh temannya. Diantara gejala yang muncul antara lain :

  • Mendengkur keras
  • Seseolah seperti kehilangan nafas ketika tidur
  • Tiba – tiba terbangun ketika tidur karena terasa seperti tercekik
  • Berhenti bernafas ketika tertidur
  • Hingga sulit untuk tidur (insomia)

Karena gejala – gejala tersebut biasanya seorang penderita sleep apnea akan cenderung mengalami permasalahan dalam hidup seperti sakit kepala saat terbangun dari tidur, konsenterasi kerja berkurang, mengantuk dan lain sebagainya.

Apa Sih Penyebab Penyakit Sleep Apnea ?

Ternyata sleep apnea memiliki beberapa kategori yang didasarkan pada penyebabnya. Secara umum terdapat tiga macam :

# Sleep Apnea Obstruktif

Sleep Apnea jenis ini terjadi akibat otot dinding tenggorokan yang mengendur saat dalam kondisi tertidur. Karena terlelu kendur, sehingga membuat saluran pernafasan menyempit bahkan tertutup. Oleh sebab itu pernafasan akan terganggu.

# Sleep Apnea Central

Kedua yaitu sleep apnea yang terjadi karena gangguan sinyal pada otak dimana otak tidak bisa mengirimkan sinyal untuk mengontrol otot – otot pernafasan. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami henti nafas selama beberapa detik.

# Sleep Apnea Kompleks

Jenis Sleep Apnea yang ini merupakan gabungan dari kedua jenis yang sudah kita sebutkan diatas yaitu Central dan Obstruktif.

Diagnosa Sleep Apnea

Jika anda mengalami gejala – gejala yang tidak wajad saat tidur, dan itu mengarah pada penyakit ini segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut tentang kebenarannya.

Awalnya dokter akan memeriksa anda seperti biasa, kemudian tahapan selanjutnya dokter akan meminta anda untuk menjalani pemeriksaan khusus yang sering disebut dengan Sleep Study.

Pemeriksaan ini berfungsi untuk memantau pola pernafasan dan juga fungsi fisiologis tubuh anda ketika sedang tidur. Tes ini dapat dilakukan di rumah ataupun di klinik.

Adakah Faktor Resiko Sleep Apnea ?

Ya, ada ! Menurut dokter ahli ada beberapa faktor resiko seseorang bisa mengalami gangguan sleep apnea diantaranya :

  • Laki – laki lebih rentang ketimbang wanita
  • Usia 40 tahun lebih
  • Merokok
  • Alergi dan gangguan sinus
  • Amandel besar dan rahang yang kecil
  • Kelainan pada tulang hidung

Bagaimana Penanganan Penyakit Sleep Apnea ?

Sleep Apnea bisa diatasi dengan beberapa macam penanganan tergantung dari level gangguan yang dialami. Untuk sleep apne ringan anda bisa mengobatinya sendiri dengan cara menjalani pola hidup sehat yang dianjurkan dokter.

Namun apabila kondisi sleep apnea sudah tergolong parah, maka penanganan medis diperlukan. Secara umum ada dua metode yaitu terapi khusus dengan menggunakan alat atau operasi.

Metode terapi khusus dilakukan dengan menggunakan alat – alat medis untuk sleep apnea yaitu CPAP (Continuous positive airway pressure). Alat ini bekerja dengan cara memberikan tekanan udara (tiupan) ke dalam saluran pernapasan pasien melalui masker dari hidung ataupun mulut.

Hal ini bertujuan untuk menjaga saluran pernapasan tetap terbuka pada saat tertidur. CPAP dapat dibeli di toko atau distributor alat kesehatan di mana saja dengan spesifikasi yang disarankan oleh dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *